» » Menulis “PERSIKAMA” Tujuh Anak SD Diamankan Petugas




KABARMAGELANG.COM_ Jajaran Personil Polsek  Muntilan mengamankan  tujuh anak SD pelaku vandalisme.  Anak-anak yang masih duduk di kelas VI SD itu ditangkap warga saat sedang menulis “persikama” pada bangunan pondasi jembatan milik warga Dusun Judah, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan  Magelang Jum’at  (1/5). Parahnya cat yang di gunakan tujuh anak tersebut adalah hasil dari mencuri di sebuah masjid.

Kapolsek Muntilan AKP I Gede Mahardika saat di konfirmasi membenarkan pihaknya telah  mengamankan tujuh pelaku vandalisme setelah mendapat laporan dari warga yang mendapati tujuh anak sedang melakukan aksi corat-corat. pelakunya masih  pelajar Sekolah Dasar (SD) yakni yakni MW (12), AS (14), RI (14), AN (14), GD (12), NH (11) dan AA (11) yang seluruhnya dari Desa Sriwedari,”ungkapnya.

Menurut pengakuan para pelaku lanjut Kapolsek,  cat yang digunakan adalah hasil dari mencuri di  masjid  pada hari kamis malam. Paginya digunakan untuk corat coret. Salah satu terdapat tulisan klub sepakbola Kabupaten Magelang, Persikama,”terang I Gede.

RI (14) salah satu pelaku, mengaku bila dirinya melakukan corat coret di pondasi karena sering melihat coretan di dinding-dinding bangunan.

”Saya sering melihat tulisan  di dinding. Saya suka sepakbola terus menulis ’Persikama’ dengan cat tembok yang diambil bersama teman-teman  di masjid,”akunya.

Dari tangan anak-anak ini, Petugas mengamankan barang bukti berupa satu kaleng cat tembok, kuas, satu sepeda angin dan puluhan kapur tulis.

Setelah di lakukan pembinaan di Mapolsek serta adanya kesepakatan bersama dengan pihak orang yang di saksikan aparat desa dan takmir masjid, ketujuh anak tersebut akhirnya di kembalikan lagi ke orang tuanya.

Orang tua mereka berjajnji akan membina serta sepakat mengecat ulang bekas coret-coret yang di lakukan anak-anaknya.(zis)







About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply