» » Sebagian Pedagang Di Candi Borobudur Masih Menolak Di Relokasi





            BOROBUDUR, KABARMAGELANG.com
__Rencana pemindahan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) terhadap pedagang yang berjualan di sekitar Candi Borobudur tidak berjalan mulus. Sebanyak 605 pedagang menolak direlokasi. Mereka memilih tetap menempati zona I dan II Candi Borobudur karena merasa belum ada kesepakan. Sementara untuk mengantisipasi keamanan 250 personil kepolisian dikerahkan.

            Wakil Ketua Forum Pedagang Lesehan (Forples) Main mengatakan, sebanyak 605 pedagang menolak menempati lokasi jualan sementara yang dibangun PT TWCB. Alasanya, lokasi berjualan dinilai kurang strategis. Selain itu, mereka mengaku tidak diajak musyawarah secara penuh terkait pembangunan lokasi sementara itu. “Kami juga belum mendapatkan jaminan akan mendapatkan tempan yang akan di bangun nanti dari TWCB.”jelasnya.

           "Bentuk dan bangunan lokasi jualan sementara tidak sesuai harapan, terlalu sempit, selain itu kami juga  tidak diajak musyawarah secara menyeluruh dalam pengadaan lapak sementara, Kami merasa ditinggal, di tengah jalan "terangnya.

           Menurut Main selama belum ada kesepakan yang jelas , pihaknya tetap akan bertahan berjualan di zona I dan II yang merupakan zona larangan untuk berjualan. “Sampai ada jaminan soal pembangunan lapak permanen. Selain itu juga perlu ada jaminan secara moral dan tertulis,"tegasnya.

          Dia juga mengungkapkan, bahwa lapak jualan semetara 1,5 x 2 meter dinilai tidak cukup untuk berjualan. Selain itu, jumlah lapak yang disediakan tidak mencukupi untuk seluruh pedagang. “Kami mau direlokasi asalkan tuntutan pedagang (forples) dipenuhi terlebih dahulu.”tandas Main.

         Sementara   Ketua Paguyuban Pedagang Sentra Kerajinan Makanan Borobudur (SKMB) Warkim mengaku, sekitar 900 pedagang lebih memilih relokasi daripada berjualan di sekitar zona I dan II. Karena , mereka ingin agar Pasar SKMB yang terbakar Oktober 2014 lalu bisa segera dibangun.

         "Ukuran lapaknya memang kurang mencukupi. Tapi kami tetap pindah ke lokasi sementara karena terpaksa. Ini merupakan jalan yang terbaik, daripada tidak bisa berjualan,”kata Warkim.
           Terpisah  Kepala Unit TWCB Chrisnamurti Adiningrum menjelaskan, pihaknya sudah menyediakan lapak di lokasi sementara bagi kedua paguyuban pedagang tersebut. Secara menyeluruh, pedagang Forples ada 605 dan Paguyuban SKMB ada 845.

           "Kami sudah membangun petak atau lapak bangunan sementara sesuai jumlah pedagang sebanyak 1.459 lapak, memang ukuranya lebih kecil namanya juga sementara, sedangkan lahan juga sangat terbatas" katanya. 

           Mengenahi tuntuntan jaminan dari para pedagang (forples) untuk mendapatkan tempat nantinya, Chrisna menegaskan, siap menjamin bahwa semua para pedagang akan mendapatkan tempat, “Kami tidak akan merugikan para pedagang, kami siap menjamin secara tertulis sekalipun, “jelasnya.

           Kapolres Magelang AKBP Rifki mengatakan, sebanyak 250 personel keamanan dikerahkan di lokasi Candi Borobudur. Mereka terdiri dari Brigade Mobil (Brimob), TNI, dan lainya. Pihaknya menghimbau agar pedagang mau direlokasi di tempat yang sudah disediakan oleh PT TWCB. 

           "Kita lebih mengedepankan langkah persuasif. Mengajak semua untuk menjaga candi, apalagi ada kunjungan wisatawan. Solusinya kedepan para pedagang untuk pindah sementara, sambil menunggu pembangunan lokasi jualan yang permanen," jelasnya.

           Diketahui  pasar sentra kerajinan dan makanan di kompleks TWCB musnah terbakar Oktober 2014 silam. Kebakaran menghanguskan sekitar 90 persen dari 963 kios, Hal tersebut memaksa para pedagang menempati zona larangan untuk berjualan, yakni zone I dan II beberapa meter dari bangunan Candi Borobudur.  Zone ini merupakan wilayah Balai konservasi Candi Borobudur. (zis)



About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:

Leave a Reply