» » Bancak Doyok Warnai Prosesi Minggu Palma Di Lereng Gunung Merapi

DUKUN, KABARMAGELANG.com__Menyambut hari Paskah, ratusan umat Katholik lereng Gunung merapi Kabupaten Magelang, menyelanggarakan acara Minggu Palma di Gereja Gubung Selo Merapi Lor sungai Senowo,  Dusun Grogol,  Desa Mangungsoka,  Kecamatan Dukun, Minggu (9/4) pagi.

Dengan memadukan agama dan seni budaya ratusan umat Khatolik tersebut mengenakan pakaian adat jawa mengikuti prosesi arak-arakan sepanjang 1km dari Dusun Kajangkoso,  sampai ke Gubung Selo Merapi. Yang menarik mereka juga mengusung properti terbuat dari jerami berbentuk boneka yang disebut sebagai bancak-doyok.

Salah satu panitia Tri Atmoko menerangkan prosesi ini mengisahkan perjalanan Yesus dan  diarak serta di elu-elukan sebagai Raja oleh umat-umatnya saat masuk ke Yerusalem .

“Dari kepercayaan itu prosesi ini kami kemas agama dan seni budaya tani. Dimana  Pendeta Rama Bagas Kurnia kami arak dengan menaikan Traktor, yang menunjukan kalau masyarakat sekitar sini  pekerjaanya mayoritas sebagai petani,” katanya.

Dia menyebutkan, ratusan umat yang mengikuti prosesi Minggu Palma ini berasal dari jamaat 4 gereja Katholik yang berada di Kecamatan Dukun,Yakni Gereka di Juwono,Ngrajek , Gereja Ngargomulyo , dan Gereja Sumber,  serta Gereja Gubung Selo Merapi ini.

“Minggu Palma ini merupakan  awal kegiatan, besok masih ada  kegiatan Kamis Putih pada 13 April ini,  dan  Jumat Agung 13 April.  Sedang hari Paskas  jatuh pada tanggal 16 April 2017, yang akan datang.” jelas Tri Atmoko.

Dalam prosesi tersebut, setiap umat memegang daun palma  mengiringi Romo Kurnia  menaiki traktor  yang telah dihiasi dengan  dedaunan dan jerami, sementara di bagian depan terlihat alat pertanian yang dibuat properti menyerupai tikus. Prosesi tambah meriah dengan hadirnya ratusan siswa dari SMA Tarsisius I Jakarta yang sedang menjalani program "live ini" di desa setempat, mengikuti prosesi Minggu Palma.

Selain itu mereka juga membawa properti dari jerami berbentuk boneka disebut sebagai sosok bancak-doyok, yang merupakan  tarian tradisional di kawasan lereng Gunung Merapi dan merefleksikan  kehadiran sosok pemimpin yang peduli terhadap kaum lemah.

"Kita bersyukur, masih bisa mengenang Yesus sebagai raja, saat memasuki Yerusalem. Dan Yesus adalah  raja dalam hidup kita," kata Romo Kurnia usai memercikkan air suci sebagai tanda pemberkatan.(zis)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply