» » Desa Sambak Ditunjuk Sebagai Penyelenggara GIM Dan Kampung Literasi 2017

KAJORAN, KABARMAGELANG.com__Komunitas Belajar Omah Ngisor, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Magelang, mendapa penghargaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Desa yang berada di lereng Gunung Suming tersebut ditetapkan menjadi juara Taman Baca Masyarakat (TBM) Kreatif dan Rekreatif tingkat nasional yang diselenggarakan di Palu Sulawesi Tengah tahun 2016 lalu. Atas keberhasilanya ini Komunitas Belajar Omah Ngisor juga dipercaya menjadi salah satu penyelenggara Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dan Kampung Literasi (KL) 2017.

Kepala sub Bidang Keaksaraan dan Budaya Baca Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Bariyah menjelaskan, GIM merupakan kegiatan membangun budaya baca masyarakat yang diselenggarakan secara lintas sektoral, yang melibatkan lembaga/instansi pemerintah, lembaga swasta dan berbagai organiasi sosial, kemasyarakatan, keagamaan, kepemudaan serta profesi.

“Selain itu juga melibatkan satuan pendidikan anak usia dini, satuan pendidikan formal dan non formal, TBM, dan forum-forum yang menjadi mitra dinas pendidikan untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian layanan bacaan kepada masyarakat. Tujuanya untuk mempermudah memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan menjadi pembelajar sepanjang hayat,” paparnya.

Dia menyebutkan bahwa GIM tahun 2017 ini, diselenggarakan di 19 Kabupaten/Kota di Indonesia dan KL 2017 dan  akan didukung  34 lembaga.

“Ini baru pertama kalinya Kabupaten Magelang ditunjuk sebagai penyelenggara GIM dan KL.  Hal ini sangat membanggakan karena sudah membawa nama baik desa, kecamatan, kabupaten bahkan provinsi,” ujar Bariyah.

Kepala Desa Sambak, Dahlan sangat mengapresiasi adanya kegiatan Kampung Literasi diwilayahnya. Dia menilai bahwa Komunitas Omah Ngisor dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sama-sama melakukan pendidikan langsung ke masyarakat.

“Kalau kegiatan keaksaraan LMDH lebih fokus untuk bidang pertanian khususnya budidaya Kopi. Sedangkan Omah Ngisor fokus di Perpustakaan atau taman baca dan seni budaya,” katanya.

Sementara pegiat Komunitas Omah Ngisor, Muhammad Aprianto, menyampaikan ada beberapa kegiatan yang dilakukan Kampung Literasi. Sedikitnya ada 6 komponen literasi yakni literasi baca tulis, berhitung, sains, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keuangan serta literasi budaya dan kewarganegaraan dalam upaya membentuk masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

“Setiap penyelenggara Kampung Literasi minimal  bisa menyelenggarakan dua literasi," tandasnya.

Kampung literasi ini  sudah dilakukan oleh para pemuda sejak 2007 lalu, dan dalam  perkembangannya kini, telah memiliki 10 pojok baca yang berlokasi disejumlah dusun di Desa Sambak.

"Dalam waktu dekat, akan kami kembangkan menjadi 25 lokasi. Selain di setiap dusun, pojok baca juga akan didirikan di posyandu dan TPQ-TPQ setiap dusun," pungkas Aprianto.

Disebutkan rangkaian kegiatan GIM di Kabupaten Magelang, sudah dilaksanakan sejak tanggal 23 Mei 2017 di Pondok Baca Ibnu Hajar Sirahan Kecamatan Salam, berupa sarasehan dengan tema “Upaya menyiapkan generasi emas tahun 2045 melalui peningkatan budaya baca Masyarakat Kabupaten Magelang”. Kemudian tanggal 25 Mei 2017 dengan pelatihan menulis cerita dan puisi di Balkondes Majaksingi Borobudur, yang diikuti sekitar 50 siswa SD dan SMP se-Kabupaten Magelang. Sebagai puncaknya tanggal 15 Juli 2017 yang akan datang, berupa lomba GIM serta peresmian kampung literasi di Desa Sambak.(Kb,M1)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply