» » Pasar Rejowinangun Kota Magelang Raih Anugerah Pancawara Kategori Pedagang Diatas 500 Orang

KOTA, kabarmagelang.com__Pasar Rejowinangun berhasil mengantarkan Kota Magelang sebagai penerima Anugerah Pancawara Kategori Pasar Dengan Jumlah Pedagang Diatas 500 Orang. Penghargaan ini merupakan inisiasi dari Yayasan Danamon Peduli bekerja sama dengan Majalah Ekonomi SWA.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, penghargaan akan diserahkan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita di Jakarta, Kamis (26/10) mendatang.

"Pak Walikota Magelang (Sigit Widyonindito) yang akan menerima langsung penghargaan tersebut," jelas Joko, di kantornya, Selasa (24/10).

Dia mengungkapkan, penghargaan diberikan kepada pengelola pasar rakyat baik Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun swasta yang berhasil mengelola, mengembangkan, dan melakukan inovasi untuk kemajuan pasar rakyat di Indonesia.

Sebelum dinyatakan sebagai salah satu penerima penghargaan, Pasar Rejowinangun lebih dulu menjalani proses penilaian. Lima pasar yang dinilai bersama dengan pasar milik Pemda Kota Magelang ini antara lain Pasar Flamboyan (Pontianak), Pasar Aceh (Banda Aceh), Pasar Kliwon (Kudus), Pasar Tayu (Pati).

"Nilai plus yang diperoleh Pasar Rejowinangun adalah dalam bidang inovasi," ungkap Joko.
Dia menyebutkan, inovasi yang diterapkan antara lain konsep pasar semi-modern, serta adanya tambahan fasilitas dan sarana prasarana di kompleks pasar. Seperti tempat penitipan anak, ruang laktasi, layanan kesehatan, pasar tertib ukur, kantor paguyuban pedagang pasar, dan papan harga sembako.

Fasilitas lain, kata Joko, juga dimilikinya puluhan petugas kebersihan. Bahkan, pihaknya sering melakukan sosialisasi dan pembinaan agar pedagang bisa membersihkan lingkungan tempat berjualan masing-masing tanpa bergantung dengan petugas kebersihan.

”Kemudian dari sisi keamanannya kami sudah pasangi kamera pengintai dan petugas keamanan yang standby 24 jam,” paparnya.

Sedangkan untuk menambah kenyamanan para pengunjung, pihaknya juga menyertakan hiburan sebulan sekali melalui pementasan seni tradisional. Ditambah, fasilitas pusat kuliner modern di ujung pasar tersebut yang bukan hanya bersih tetapi juga berkonsep layaknya ”foodcourt” di mall-mall.

”Kami ingin memberikan kesan bahwa pasar tradisional, utamanya Pasar Rejowinangun sudah berbenah, tidak seperti pasar tradisional pada umumnya. Kami ingin membangkitkan budaya warga berkunjung ke pasar tradisional,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan penghargaan yang akan diterima, Joko diminta memaparkan soal Pasar Rejowinangun di Jakarta, Rabu (25/10) besok. (Kb.M1)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply