» » Meski Menguntungkan Sistem Mina Padi Tidak Diminati Petani

MUNGKID, KABARMAGELANG.com__Masyarakat petani di wilayah Kabupaten Magelang, masih belum tertarik dengan Sistem Pertanian Mina Tani. Padahal sistem pertanian dengan  menggabungkan bertanam padi sekaligus budidaya ikan air tawar ini dapat memberikan keuntungan tambahan bagi petani.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Eko Widi, mengatakan, Sistem Mina Tani sebenarnya mampu memberikan hasil tambahan bagi petani, dengan memanfaatkan air pada sawah sebagai media budidaya ikan air tawar.

"Jika sitem itu diterapkan, para petani maka  hasilnya akan lumayan yang akan diperloleh petani, dapat digunakan untuk menutup biasa tenaga penggarap sawah. Namun emikian masyarakat petani belum banyak yang tertarik dengan sitem ini,” jelasnya Rabu (1/11).

Dia mengungkapkan ketidak tertarikan petani menerapkan sistem ini karena kurangnya aliran irigasi sehingga banyak petani yang takut gagal.

"Padahal sebenarnya  untuk daerah yang sumber air tidak begitu melimpah,  tetap bisa melaksanakan sistem pertanian Mina Tani. Karena  tanaman padi tidak membutuhkan air terus-menerus hingga panen," ungkap Eko.

Eko menyebutkan sistem ini sebenarnya sudah lama dilaksanakan di Kabupaten Magelang, khususnya di Kecamatan Muntilan, Mungkid dan Sawangan dengan total luas wilayah sistem Mina Tani 17 hektar, karena daerah tersebut air irigasi cenderung stabil dan melimpah, dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Dan dari tanam hingga panen padi, memerlukan waktu 115 hari atau sekitar 3 bulan. Dalam rentang waktu tersebut bisa dilakukan sistem Mina Tani dengan panen dua kali.

“Belum terlalu besar ikan yang dipanen, namun malah justru bisa lebih cepat dijual ke pengepul," pungkas Eko. (Kb.M1)

About azis dwi

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply