» » Hari Anak “Habit Of Obedience Dan Way Of The Will" Anak Bukan Robot


Mungkid, KabarMagelang.com__ Memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Bakohumas Kabupaten Magelang menyelenggarakan seminar tentang anak,  di Ruang Bina Karya, Kompleks Setda, Kabupaten Magelang, Selasa (23/7). Seminra bertajuk “Habit Of Obedience Dan Way Of The Will" ini menghadirkan Ellen Kristi (penulis buku Cinta Yang Berpikir) sebagai narasumber dan diikuti oleh anggota PKK se-Kabupaten Magelang, Himpaudi (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini), dan IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia).

Ketua Tim Penggerak PKK, Kabupaten Magelang, Christanti Handayani, berharap melalui seminar "Habit Of Obedience Dan Way Of The Will" ini dapat memberikan pencerahan kepada para orang tua untuk mendidik anak-anaknya, baik di dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

"Harapan saya pengalaman ini tidak hanya berhenti sampai di ruangan ini saja, melainkan apa yang disampaikan nara sumber juga nantinya dapat ditularkan ke para kader PKK, para bunda Paud desa, IGTKI, dan juga Himpaudi," ujarnya di sela-sela kegiatanya.

Dalam seminarnya, narasumber Ellen Kristi, menerapkan konsep "Habit Of Obedience Dan Way Of The Will" (mendidik karakter dan Mendewasakan Emosi Anak). Menurutnya untuk meletakan pondasi pendidikan karakter akan sangat lebih maksimal dan mudah apabila anak masih di bawah umur 12 tahun.

"Karena kalau sudah masuk masa puber tantangannya akan jauh lebih berat," katanya.

Ellen menuturkan, anak adalah sebuah pribadi yang berbeda dengan orang tuanya. Orang tua tidak bisa memaksakan anak harus sama dengan dirinya, sehingga apa saja yang diinginkan orang tua atas anaknya tidak harus selalu sesuai dengan keinginan orang tua.

"Ingat anak bukanlah robot atau sebuah mesin yang bisa menuruti semua keinginan orang tua. Mereka adalah pribadi yang berbeda," jelas Ellen.

Namun demikian, orang tua juga harus memiliki otoritas kepada anaknya untuk bisa mengarahkan anaknya kejalan yang benar. Otoritas sendiri bukan berarti harus otoriter ataupun detaktor.

"Orang tua juga harus memiliki otoritas terhadap anaknya untuk menentukan aturan, bukan membuat perjanjian dengan anak. Sehingga anak juga akan lebih terarah untuk menaati peraturan untuk lebih mendewasakan diri," paparnya.

Penulis buku "Cinta Yang Berpikir" dan juga pendiri Komunitas Charlotte Mason Indonesia, Ellen Kristi, ini juga mengaku tidak pernah menyekolahkan ketiga anaknya di luar rumah, dengan alasan ingin mendapatkan ilmu tentang cara mendidik anak.

"Jadi ketiga anak saya menjalani pendidikan berbasis keluarga (home schooling). Dan justru mengalami pendidikan berbasis keluarga ini, maka saya mencari lebih banyak ilmu tentang bagaimana mendidik anak," kata Ellen.

Menurutnya, metode pendidikan Charlotte Mason (pendidikan di dalam lingkup Keluarga / home schooling) memiliki tujuan utama pendidikan karakter yang sangat kuat dan luhur. 

“Karakter luhur tidak hanya sebatas tau sopan santun, bisa bicara yang baik, tetapi juga berkembang mulai dari akal budinya, emosinya, dan juga spiritualitasnya,” pungkasnya.(kb.M2)







About kabarmagelang.com

KabarMagelang.com - Situs portal berita terudate di Kota Magelang.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply