Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » » Tangkal Hoaks, MAFINDO Magelang Raya Bekerjasama dengan MA Ma’arif Borobudur dan SMK Ma’arif Borobudur Gelar Sekolah Kebangsaan untuk Pemilu Cerdas

 



Peserta Sekolah Kebangsaan Tular Nalar tahun 2023 yang digelar MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) Magelang Raya

MAFINDO Magelang raya bekerjasama dengan MA Ma’arif Borobudur dan SMK Ma’arif Borobudur menggelar Sekolah Kebangsaan Selasa, 21/02/2023.

Sekolah Kebangsaan mengajak anak muda belajar mengenai makna Pemilu dan demokrasi serta peran penting pemilih pemula. 

PIC Sekolah Kebangsaan MAFINDO Magelang Raya, Diah Arifika menyampakan, program Tular Nalar merupakan agenda yang sedang dijalankan oleh Mafindo bersama Maarif Institute, didukung google.org. 

“Sekolah Kebangsaan ini nantinya akan diselenggarakan di 37 Provinsi menjangkau 61.500 anak muda. Untuk mengajak anak muda berpikir kritis dalam memilih calon pemimpin lewat pembekalan tools periksa fakta," ungkapnya, Selasa (21/02/2023)

MAFINDO, imbuhnya juga hadir untuk menciptakan imunitas serbuan hoaks. Sehingga warganet cerdas memilih dan memilah informasi.

Dra. NA. Suswanti, Waka Kesiswaan MA Ma’arif Borobudur menyampaikan, bahwa setiap anak muda harus berpartisipasi dalam menangkal penyebaran hoaks yang dapat merusak dan menimbulkan kekacauan di tengah-tengah masyarakat.

"Semua elemen yang menggunakan gawai turut bertanggungjawab mewujudkan bangsa bermartabat. Sekolah Kebangsaan bisa mengimplementasikan perilaku di media sosial, sekaligus mewujudkan etiket bermedia sosial, ujarnya.

Berdasarkan data Kemendagri, jumlah penduduk Indonesia 273,88 juta jiwa per 31 Desember 2021. Jumlah penduduk berusia 15-19 tahun sebanyak 21,56 dan yang berusia 20-24 tahun ada 22,98 juta jiwa. Secara umum pada rentang usia Gen Z (13-24 tahun) lebih dari 44 juta jiwa (16,3%). 


Menurut Statista (2022) lebih dari 45% internet users berasal dari usia Gen Z dari total populasi. Survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) dan Kominfo tahun 2021 di 34 provinsi, menemukan 60% Gen Z (13-24 tahun) memiliki tingkat literasi digital cukup tinggi. Sayangnya banyak yang belum memiliki kesadaran pentingnya berdemokrasi dan menjadi netizen yang bijak.  


Konsep euforia dan dunia tanpa batas di internet tak jarang menjebak Gen Z dalam aktivitas kebablasan dan tidak demokratik. Seyogyanya Gen Z memiliki prinsip dan nilai digital citizenship yang mumpuni karena sebagai ujung tombak nilai-nilai negara di dunia digital, juga memahami konsep demokrasi yang baik.  


Berkaitan dengan digital citizenship, maka fakta ini merupakan tantangan bagi Gen Z, terlebih tidak lama lagi akan berhadapan dengan Pemilu 2024. Sebagian besar dari generasi ini merupakan first time voters. Salah satu persoalan menjelang Pemilu adalah adanya polarisasi politik yang dalam dunia digital kian kentara. Untuk itu Sekolah Kebangsaan hadir guna mewujudkan netizen yang tanggap dan tangguh.

Salah seorang peserta Sekolah Kebangsaa, Risma mengaku mendapat pengetahuan untuk memeriksa fakta, memilah informasi hoaks atau fakta dengan menggunakan berbagai tools.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena kami mendapat ilmu untuk menelusuri dan membedakan informasi hoaks atau fakta," katanya.

Usai mengikuti Sekolah Kebangsaan, ia akan melakukan usaha turut menangkal hoaks dengan membuat konten positif di beragam platform media sosial yang dimiliki.

"Saya punya tujuan akan mengajak anak muda untuk memiliki kesadaran pentingnya berdemokrasi dan menjadi netizen yang bijak

Diah Arifika, M.Sc (Relawan MAFINDO Magelang Raya)


About KabarMagelang

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply