Header ads

Header ads
Kembangkan Bisnis Kamu dengan Iklan di Kabar Magelang
» » Semarak Budaya Borobudur 2026 di KSB, Suguhkan Seni Tradisi dan Sentuhan Kontemporer Menyatu dalam Harmoni

KabarMagelang__Semarak Budaya Borobudur 2026 siap digelar di Kampung Seni Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (18/10/2026). 

Mengusung semangat pelestarian budaya dan kolaborasi masyarakat, kegiatan ini melibatkan seniman dari berbagai sanggar serta komunitas yang anggotanya tersebar di 20 desa di kawasan Borobudur.

Acara yang berlangsung mulai pukul 14.30 hingga 22.00 WIB tersebut diinisiasi oleh dua komunitas budaya, yakni Lemah Urep dan Aksaya Budaya Buduran. Penyelenggaraannya juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Taman Wisata Borobudur.

Ketua Panitia Semarak Budaya Borobudur, Muhammad Jafar Qoir, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya sekaligus memperkuat kebersamaan dalam melestarikan budaya di kawasan Borobudur.

Hal itu disampaikan Jafar dalam konferensi pers di Kampung Seni Borobudur, Rabu sore (14/10/2026).

"Acara ini merupakan sebuah tempat untuk kita dapat memberikan apresiasi ke teman-teman seniman-seniman di kawasan Borobudur dan jadi sebuah tempat wadah buat mereka bisa mengekspresikan diri," ungkapnya.

Menurutnya, selama ini para seniman di kawasan Borobudur terus menghasilkan karya baru yang perlu mendapatkan ruang untuk ditampilkan dan dinikmati masyarakat luas.

Semarak Budaya Borobudur diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya sekaligus menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati berbagai kalangan.

Semarak Budaya Borobudur 2026 mengangkat tema yang terinspirasi dari relief Karmawibhangga Candi Borobudur, yakni panel nomor 125 dengan nama *Gita Nritya Aradhana*.

Jafar menjelaskan, konsep tersebut dimaknai sebagai persembahan melalui tarian dan nyanyian yang membawa pesan kebaikan bagi sesama.

Konsep ini menjadi landasan penyelenggaraan acara yang tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

"Kita ambil dari Relief Karmawibhangga, panel nomor 125 dengan nama Gita Nritya Aradhana. Sebuah konsep persembahan berupa tarian dan nyanyian yang dipercaya sebagai bentuk kebaikan untuk kita semuanya," ujarnya.

Melalui konsep tersebut, penyelenggara ingin menghadirkan pertunjukan yang menghubungkan warisan budaya masa lalu dengan kreativitas seniman masa kini.

Berbagai sanggar seni dan kelompok musik di kawasan Borobudur akan terlibat dalam kegiatan tersebut. Para seniman diharapkan dapat memperkenalkan karya mereka sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem seni budaya yang berkelanjutan.

Keterlibatan masyarakat dari 20 desa di kawasan Borobudur menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan Semarak Budaya Borobudur.

Jafar mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bersama bagi seniman dan pegiat budaya untuk memperkuat semangat gotong royong dalam melestarikan kebudayaan lokal.

Menurutnya, meskipun berbagai kegiatan seni dan budaya telah diselenggarakan di kawasan Borobudur, Semarak Budaya Borobudur diharapkan memiliki karakter tersendiri sebagai ruang kolaborasi lintas desa.

"Harapan kami acara Semarak Budaya ini bisa menjadi tempat bersatu dan tempat gotong royong teman-teman seniman, teman-teman budaya di kawasan Borobudur. Satu untuk nguri-uri, yang kedua adalah untuk menghibur masyarakat," jelasnya.

Pihak panitia juga berharap kegiatan perdana ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang memberikan ruang lebih luas bagi kreativitas seniman lokal.

"Kami juga berharap karena ini pertama kali, nantinya kami upayakan agar menjadi agenda tahunan Semarak Budaya Borobudur ini yang bisa dilaksanakan di kawasan Borobudur," lanjut Jafar.


Ia menambahkan, karya yang akan ditampilkan dalam Semarak Budaya Borobudur kali ini merupakan karya baru yang menggabungkan unsur tradisional dan semi-kontemporer.

Perpaduan tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman pertunjukan yang menarik bagi masyarakat dari berbagai kalangan, terutama generasi muda.

"Untuk konsep kali ini kami akan menggabungkan konsep tradisional dan juga semi-kontemporer. Jadi nanti harapannya dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar khususnya dan juga dapat dinikmati dari berbagai kalangan," ujarnya.

Semarak Budaya Borobudur 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, mulai pukul 14.30 hingga 22.00 WIB di Kampung Seni Borobudur, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi seniman lokal sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan seni budaya Borobudur kepada masyarakat dan wisatawan.

Melalui kolaborasi komunitas budaya, sanggar seni, generasi muda, dan pengelola kawasan wisata, Semarak Budaya Borobudur diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat bagi pelestarian kebudayaan dan perekonomian masyarakat.

Penyelenggara pun berharap kegiatan perdana ini menjadi awal terbentuknya ruang kolaborasi yang lebih luas bagi masyarakat dari 20 desa di kawasan Borobudur untuk terus berkarya, menjaga tradisi, dan memperkenalkan identitas budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas. (Rez).

About kabarmagelang.com

Info terupdate seputar Kabar Magelang. Lejitkan dan Kembangan usaha Anda di Kabar Magelang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply